Rabu, 3 Jun 2009

Pemilu Indonesia & Fenomena Kemerosotan Suara Partai-Partai Islam

Kini rakyat Indonesia hanya menunggu hari-hari untuk memilih Presiden dan wakil (timbalan) Presiden yang bakal diadakan tanggal 08 Julai 2009. Majalah Sabili keluaran 04 Jun 2009 menjadikan isu pemilihan calon Pres dan wakil Pres sebagai tajuk utama keluaran kali ini dengan tajuk ‘Dicari Presiden Pembela Umat : Yang Berani Membubabrkan Ahmadiyah’.

Sebelum ini, PKS antara partai politik bernuansakan Islam yang mengisytiharkan ingin berkoalisi dengan partai Demokrat bagi memenangi jawatan wakil Presiden bersama dan Demokrat bertanding jawatan Presiden dengan wakilnya, Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya, disaat akhir, Demokrat memutuskan sebaliknya sehingga beberapa pimpinan tertinggi PKS sedikit ‘angin’.

Di Indonesia, antara partai politik Islam adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Nasional Ulama’ (PKNU), Partai Bulan Bintang (PBB) dan lain-lain. Namun, sangat menyedihkan apabila keputusan pemilu kali ini menunjukkan suara kepada partai-partai Islam terus berkurangan termasuk PKS yang meletakkan target jawatan wakil Pres untuk Pemilu 2009 dan jawatan Pres untuk Pemilu 2013 nanti.

Pelbagai tanggapan dan teori kemerosotan partai-partai Islam disebut oleh banyak pihak khasnya kepada PKS. Antaranya, sikap mereka yang terlalu mewar-warkan untuk berkoalisi (bergabung kerjasama) dengan partai-partai secular seperti Demokrat dan parti-parti lain bagi memenangi jawatan wakil Pres sehingga menibulkan kesangsian kepada umat Islam terhadap ketulenan perjuangan Islam mereka. Namun, PKS tetap menyebut itu adalah sebahagian strategi dakwah. Wallahua’lam.

Berikut adalah jumlah kerusi parlimen yang dimenangi oleh 9 partai politik tertinggi :

Bil

Nama Partai

Bil Kerusi

Bil Kerusi (Pemilu sebelumnya)

1

Partai Demokrat

150

148

2

Partai Golongan Karya (Golkar)

107

108

3

Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P)

95

93

4

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

57

59

5

Partai Amanat Nasional (PAN)

43

42

6

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

37

39

7

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

27

26

8

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

26

30

9

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

18

15

Kini, calon Pres dan wakil Pres dari partai-partai yang berkoalisi telah diumumkan. Berikut adalah gabungan-gabungannya:

Bil

Calon Pres

Calon wakil Pres

1

Susilo Bambang Yudhoyono ( Demokrat )

Boediono ( non-parti)

2

Megawati Sukarnoputri ( PDI-P)

Prabowo Subianto (Gerindra

3

Jusuf Kalla (Golkar)

Wiranto ( Hanura)

Catatan: Susilo, Wiranto dan Prabowo adalah bekas-bekas tentera Nasional Indonesia (TNI).

Apakah keputusan terkini dari partai-partai Islam, saya kurang mengetahuinya. Sebelum ini, pelbagai pertubuhan-pertubuhan Islam seperti Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Forum Solidaritas Muslim (Fosmi), Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyyah, Front Pembela Islam (FPI), Persis, Al-Irsyad dan lain-lain menyatakan sokongan kepada partai-partai Islam jika sama-sama bersatu dibawah sebuah kesatuan. Namun, semuanya tidak terjadi. Apa strategi, apa masalah sesama partai Islam, saya kurang ketahui. Yang jelas, umat Islam sudah melihat ketidakyakinan partai-partai Islam untuk menonjolkan calon Pres dan wakil pres mereka sendiri.

Bak kata Cholil Ridhwan, juru bicara Forum Koalisi Keumatan tanggal 13 Mei lalu di Jakarta, “….kerana perempuan haram jadi pemimpin (ketua Negara)..diantara yang terbaik, minimal kami akan pilih Presiden yang isterinya berjilbab, Jusuf Kalla dan Wiranto”.

Tiada ulasan: