Isnin, 6 Julai 2009

Pemilu Presiden & wakil Presiden : Apa Kata Mahasiswa Aceh ?

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (USK) adalah 2 buah institut pengajian tinggi yang besar yang berada di Aceh selain dari beberapa pusat pengajian lain. Kedudukan antara 2 kampus ini hanya sekitar 300 m sahaja. Kedua kampus ini dilihat mendominasi kampus-kampus lain di Aceh dalam erti kata, ‘suara’ dari mahasiswa kedua-dua buah kampus ini perlu dan sering menjadi perhatian pihak pemerintah Aceh. Jika adanya demonstrasi-demonstrasi mahasiswa di Banda Aceh, biasanya ia adalah dari 2 kampus ini samada demo dari gerakan mahasiswa Islam di kampus iaitu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) atau mahasiswa berhaluan sosialis dan seumpamanya.


Bagi menghadapi Pemilu Pres dan wakil Pres Indonesia kali ini, kepimpinan mahasiswa di IAIN Ar-Raniry yang dikenal sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMA) dan kepimpinan mahasiswa USK yang dikenal sebagai Pemerintah Mahasiswa (PEMA) telah menyatakan pendirian mereka melalui sebaran risalah kepada orang awam. Berikut adalah isinya :


Siapa Presiden Pilihan Rakyat Aceh ???


Pilpres 8 Juli 2009 yang akan kita hadapi kedepan adalah sebuah lambang supremasi tertinggi tegaknya demokrasi di Indonesia. Arus perubahan dan perkembangan isu yang bergulir agaknya perlu dicermati secara mendalam agar kita tidak terjebak dalam polemic yang sengaja diciptakan. Saling tuding kesalahan dan pencitraan negative yang sering mewarnai lembar-lembar media public saat ini juga dinilai membuat masyarakat semakin jauh dari semboyan “Pemilih Cerdas, Memilih Pemimpin Berkualitas”.


Dalam konteks ke-Aceh-an ,perlu adanya sebuah pemikiran bersama untuk tidak menempatkan Aceh sebagai komoditas politik murahan yang hanya dimanfaatkan dalam ajang pemilihan kali ini, tetapi juga ada dalam kerangka pembangunan Indonesia kedepan.


Terkait dengan Pilpres Damai 2009 yang telah dicita-citakan bersama, maka Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Unsyiah bersama BEMA IAIN Ar-Raniry sebagai representif mahasiswa Aceh dengan ini menyatakan sikap untuk :


1) Mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh yang telah mempunyai hak pilih untuk tidak golput dan ikut memilih pada tanggal 8 Juli 2009.


2) Bersama masyarakat Aceh untuk mengawal jalannya Pemilu Damai yang langsung, umum, bebas, rahsia, jujur dan adil.


3) Mengutuk semua pihak yang sengaja mengambil keuntungan peribadi mahupun golongan, dalam Pilpres 2009 ini dengan menyebarkan fitnah.


4) Memilih calon pemimpin yang cerdas, berwibawa dan berkualitas untukkemajuan bangsa Indonesia.


5) Memilih calon Presiden dan wakil Presiden yang tidak terkait dengan konflik Aceh yang notebenenya menyengsarakan rakyat Aceh dalam berbagai dimensi.


6) Memilih Presiden yang akan melanjutkan reformasi dengan meninggalkan prinsip, cara dan metode Orde Baru ( era Suharto ) dalam pemerintahan yang akan datang.


Powered by : PEMA USK.

Tiada ulasan: